Nabi saw. pernah bersabda kepada Abu Dzar ketika dia menanyakan kepada beliau perihal Shuhuf Ibrahim. beliau saw. menjawab:
“Shuhuf Ibrahim itu seluruhnya berisi permisalan. Diantaranya dikatakan, ‘Wahai penguasa yang tertipu, sesungguhnya Aku tidaklah mengutusmu untuk menghimpun harta kekayaan dari san-sini, tetapi Aku mengutusmu untuk mewakili-Ku dalam mengabulkan doa orang yang dizhalimi. Karena sesungguhnya Aku tidak akan menolaknya, sekalipun dipanjatkan oleh seorang yang kafir.’ Dikatakan juga, ‘Setiap orang yang berakal, selama dia masih bisa mengendalikan akal sehatnya, haruslah mempunyai empat waktu; waktu untuk bermunajat kepada Rabb-nya; waktu untuk memikirkan ciptaan Allah; waktu untuk berdialog dengan dirinya sendiri; dan waktu untuk menyendiri dengan Dzat pemilik keagungan dan kemuliaan. Sesungguhnya, waktu tersebut akan membantu dirinya untuk memanfaatkan waktu-waktu yang lainnya.’ Disebutkan juga, ‘Setiap orang yang berakal, selama dia masih bisa mengendalikan akal sehatnya, tidak akan menempuh perjalanan, kecuali dalam tiga hal, yaitu berbekal untuk menghadapi hari kemudian, mencari kebutuhan hidup, dan menikmati sesuatu yang tidak diharamkan.’ Disebutkan juga, ’setiap orang yang berakal, selama dia masih bisa mengendalikan akal sehatnya, hendaklah memahami betul akan zamannya, memperhatikan keberadaan dirinya, dan menjaga lidahnya. Barangsiapa menganggap perkatan itu sebagai bagian dari amalnya, maka dia akan sangat sedikit berbicara, kecuali dalam hal yang bermakna baginya.”
Aku (Abu Dzar) tanyakan, “Lalu, (ajaran) apa yang terdapat di dalam Shuhuf Musa as.?” Beliau saw. menjawab:
“Seluruhnya berisi pelajaran. Di dalamnya disebutkan, ‘Sungguh mengherankan, ada orang yang yakin akan neraka, bagaimana dia bisa tertawa? Sungguh mengherankan, ada orang yang yakin akan kematian, bagaimana dia masih saja merasa senang? Sungguh mengherankan, ada orang yang melihat dunia dan kebergelimangan penghuninya, namun dia masih saja merasa senang dengannya. Sungguh mengherankan, ada orang yang yakin akan qadar, namun dia masih juga marah. Sungguh mengherankan, ada orang yang yakin akan adanya hisab pada hari esok (hari kiamat), tapi dia tidak juga mau beramal.”
Aku tanyakan lagi kepada beliau, “Apakah masih ada lagi ajaran yang disebutkan di dalam kedua shuhuf tersebut?” Beliau saw. menjawab, “Ya, benar, wahai Abu Dzar. Yaitu, ‘Sungguh beruntung orang yang membersihkan diri.’ (Al A’la: 14), dan seterusnya hingga akhir surat.”
Aku katakan, “Sampaikan wasiat kepadaku!” Beliau saw. menjawab, “Aku wasiatkan kepadamu agar bertakwa kepada Allah karena ia adalah pokok segala urusanmu.”
Aku katakan lagi, “Beri aku tambahan!” Beliau saw. menjawab, “Hendaklah engkau membaca Al Qur’an dan sebutlah allah banyak-banyak, niscaya Dia akan menyebutmu di langit.”
Aku katakan lagi, “Berilah aku tambahan!” Beliau saw. bersabda, “Hendaklah engkau berjihad karena jihad itu rahbaniyah-nya orang-orang beriman.”
Aku katakan lagi, “Berilah aku tambahan!” Beliau saw. bersabda, “Hendaklah engkau (banyak) diam karena sikap diam itu bisa mengusir setan darimu serta menjadi pembantu bagimu dalam urusan agamamu.”
Aku katakan lagi, “Berilah aku tambahan!” Beliau saw. bersabda, “Katakanlah yang benar, sekalipun pahit rasanya!”
Aku katakan lagi, “Berilah aku tambahan!” Beliau saw. bersabda, “Jangan pedulikan celaan orang yang mencelamu dalam melaksanakan agama Allah.”
Aku katakan kepada beliau, “Berilah aku tambahan!” Beliau saw. bersabda, “Sambunglah jalinan kekerabatan, sekalipun mereka telah memutus jalinan tersebut denganmu!”
Aku katakan lagi, “Berilah aku tambahan!” Beliau saw. bersabda, “Cukuplah seseorang itu dianggap jahat apabila dia tidak mengerti tentang dirinya sendiri dan berpayah-payah melakukan apa yang tidak bermakna baginya. Wahai Abu Dzar, tidak ada akal yang lebih baik daripada pengaturan, tidak ada sikap wara’ yang lebih baik daripada pengendalian diri, dan tidak ada kebaikan yang melebihi kebaikan akhlak.”
(HR. Ibnu Hibban)
logo google dengan nama sendiri
Israel VS Palestina
Karikatur
Artikel
- Akhlak dan Teladan
- Hadist
- Hidayah / Kisah Mualaf
- Hikmah
- Ibadah
- kata mutiara
- Kehidupan Dunia
- Kelahiran Rasulullah
- kemulian Islam
- Kisah
- Kisah Nabi dan Rasul
- Manusia
- Masalah Islam terkini
- Memperkuat Aqidah / Keimanan
- Mengenal Rasulullah
- mensucikan hati
- Nasehat / Perbaikan Diri
- News
- Peristiwa
- Ramadhan
- Renungan
- Tips
- Tokoh
- wasiat rasulullah
Rujukan penting
Pengikut
Kamis, 23 Juli 2009
Wasiat Rasulullah agar hidup lebih bermakna
Label: wasiat rasulullah10 wasiat Rasulullah kepada anaknya
1. Ya Fathimah, kepada wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, Allah pasti akan menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum, melebur kejelekan dan meningkatkan derajat wanita itu.
2. Ya Fathimah, kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikana dirinya dengan neraka tujuh tabir pemisah
3. Ya Fathimah, tiadalah seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan mencuci pakaiannya, melainkan Allah akan menetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu org yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang
4. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya, melainkan Allah akan menahannya dari minum telaga kautsar pada hari kiamat nanti.
5. Ya Fathimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhoaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridho kepadamu, maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah wahai Fathimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah
6. Ya Fathimah, apabila wanita mengandung, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan, Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikitpun. Didalam kubur akan mendapat pertamanan indah yang merupakan bagian dari taman sorga. Dan Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.
7. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang melayani suami selama sehari semalam dengan rasa senang serta ikhlas, melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Dan Allah memberikan kepadanya pahala seratus kali beribadah haji dan umrah.
8. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan suami, melainkan Allah memandangnya dengan pandangan penuh kasih.
9. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suami dengan rasa senang hati, melainkan para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wannita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.
10. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong kukunya, melainkan Allah memberi minuman arak yang dikemas indah kepadanya yang didatangkan dari sungai2 sorga. Allah mempermudah sakaratul-maut baginya, serta kuburnya menjadi bagian dari taman sorga. Dan Allah menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal-mustaqim dengan selamat.
"perkara yang pertama kali ditanyakan kepada seorang wanita pada hari kiamat nanti, adalah mengenai sholat lima waktu dan ketaatannya terhadap suami." (HR.Ibnu Hibbab dari Abu Hurairah)
Demi Waktu
comment
Tentang Saya
- islamic-story
- Singkawang, Kalimantan Barat, Indonesia
- ASSALAMU'ALAIKUM Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Ingin mengetahui tentang islam lebih dalam? inilah tempatnya! semoga yang sedikit ini bermanfaat tertama untuk saya dan yang membacanya. wassalam
Daftar Blog
-
-
-
Sepak Bola Indonesia16 tahun yang lalu
-
Simpanan Hari Tua, Silakan Baca !!17 tahun yang lalu
-
-
-
-
