Tampilkan postingan dengan label Ibadah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibadah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Maret 2009

Khutbah Rasulullah SAW Menjelang Ramadhan

. Jumat, 27 Maret 2009
0 komentar

Ketika Ramadhan akan tiba, Rasulullah SAW dan para sahabat menyambutnya dengan sangat gembira laksana tamu istimewa. Beliau pun menyerukan beberapa nasihat kepada kita tentang apa yang harus dilakukan di bulan yang penuh berkah ini. Inilah seruannya…

“Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan-Nya. Di bulan ini napas-napasmu menjadi tasbih, tidurmu adalah ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah.

Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari Kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin.

Muliakanlah orang-orang tuamu, sayangilah yang muda, sambunglah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal
kamu memandangnya, dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarkannya.

Kasihanilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertobatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hambanya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya, dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa
kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperlama sujudmu.

Ketahuilah! Allah ta'ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb Al-'Alamin.

Wahai manusia! Barangsiapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan ia diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu.

(Sahabat-sahabat bertanya, " Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian." Rasulullah meneruskan) Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.

Wahai manusia! Siapa yang membaguskan ahlaknya di bulan ini ia akan
berhasil melewati sirath pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Barangsiapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari Kiamat.

Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-nya.

Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahim) di bulan ini,
Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa
dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan
memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardhu baginya adalah ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardhu dibulan yang
lain.
Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangan (kebaikan) nya pada hari ketika timbangan meringan.

Barangsiapa pada bulan ini membaca satu ayat Al-Qur’an, ganjarannya sama
seperti mengkhatam Al-Qur'an pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka
mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah menutupkannya bagimu.
Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak
akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah
agar ia tak lagi pernah menguasaimu.

Amirul Mukminin r.a. berdiri dan berkata,"Ya Rasulullah! Apa amal yang
paling utama di bulan ini?" Jawab Nabi, “Ya abal Hasan! Amal yang paling
utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah."

Marhaban Ya….Ramadhan!!

Read More »»

Menyambut Tamu Besar Yang Bernama Ramadhan

.
0 komentar

Seorang Tamu Yang Segera Hadir

Bagaimanakah perasaan anda jika ada seorang tamu yang anda cintai bermaksud akan mengunjungi dan tinggal besama anda selama beberapa hari ?. Tak diragukan lagi betapa bahagianya anda mendengar kabar ini dan sedapat mungkin anda akan mempersiapkan rumah anda, membersihkannya dan menyiapkan acara dan makanan-minuman yang menarik.
Wahai saudaraku, bagaimana jika tamu itu bukan saja anda cintai, akan tetapi juga dicintai dan dimuliakan Allah dan rasul-Nya serta seluruh umat muslim. Sudahkah terbayang oleh anda siapa tamu yang luar biasa ini, yang akan berada bersama anda dalam waktu dekat ini, selama selama sebulan penuh, siang dan malam, membawa kebaikan dan keberkahan. Dialah bulan Ramadhan, bulan mulia, bulan dimana al-Quran diturunkan, bulan shiyam, bulan qiyamullail, bulan berhias tahajud, bulan yang dipenuhi airmata umat yang bertobat, bulan penuh kesabaran, penuh ketaqwaan, bulan dimana pahala dan ampunan Allah diobral semurah mungkin, bulan dimana pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka selebar-lebarnya, bulan dimana para syaitan dibelenggu, bulan dimana amal kebaikan dilipatgandakan, bulan dimana didalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan (lailatul qadr).
Dialah bulan mulia yang ditunggu-tunggu sejak 11 bulan yang lalu oleh orang-orang sholeh, dan ditangisi dibanyak mesjid sejak 10 hari menjelang kepergiannya.

Persiapan Diri Menyambut Sang Tamu


1. Sejak dua bulan sebelum sang Ramadhan datang, yaitu di bulan Rajab, biasanya Rasulullah saw banyak berdoa sbb :
"Ya Allah berkahilah kami dalam bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan."
"Ya Allah sampaikanlah kami pada Ramadhan dengan aman, keimanan, keselamatan, Islam, kesehatan dan terhindar dari penyakit serta bantulah kami untuk melaksanakan shalat, puasa dan tilawah al-Quran padanya."
"Ya Allah bulan Ramadhan telah menaungi kami dan telah hadir, serahkanlah ia pada kami dan serahkanlah kami padanya, karuniakanlah kami kesanggupan untuk berpuasa, dan menegakkan malam-malamnya. Dan karuniakanlah kami kesungguhan kekuatan dan semangat serta jauhkanlah kami dari fitnah didalamnya".
2. Sejak sebulan sebelum sang Ramadhan tiba, yaitu bulan Sya’ban (saat ini), hendaknya kita memperbanyak puasa (sunat), membaca Qur’an, dzikir, dan ibadah sunnat lainnya, seperti yang dilakukan oleh Rasulullah saw dalam hadits Bukhari-Muslim, Aisyah ra. berkata : “Tidaklah aku lihat Rasul menyempurnakan puasanya sebulan penuh kecuali pada Ramadhan dan tidak juga aku lihat beliau memperbanyak puasa sunnatnya kecuali di bulan Sya’ban”. Memperbanyak aktivitas tilawah Quran, sebagaimana yang diungkapkan Anas bin Malik bahwa para sahabat jika memasuki bulan Sya’ban, mereka segera mengambil mushaf dan membacanya.
3. Meminta maaf kepada sesama manusia, sehingga ketika memasuki Ramadhan dosa kita dengan sesama manusia sudah terhapuskan dan di bulan Ramadhan tinggal menyelesaikan dosa kita pada Allah SWT saja, dan ketika hari raya Idul Fitri tiba kita benar-benar berada dalam keadaan fitrah (suci).
4. Bertafaqquh, yaitu memperdalam pengetahuan fiqih kita yang berkaitan dengan ibadah Ramadhan, sehingga pelaksanaan ibadah dapat berjalan dengan sebaik mungkin syariat yang diajarkan Rasulullah SAW.

Sikap Selama Ramadhan.


Ketika tiba bulan Ramadhan tibalah saatnya kita menghidupkan Ramadhan (Ihya Ramadhan) dengan menjaga setiap detik hari-hari Ramadhan kita tidak terlewatkan begitu saja tanpa diisi dengan memperbanyak ibadah kepada Allah SWT, seperti memperpanjang ruku’ dan sujud, shalat tarawih, bermunajat kepada Allah, memperbanyak sholat sunnat (nawafil), senantiasa berdzikir, tilawah dan tadabbur al-Quran, i’tikaf minimal pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, mengurangi waktu tidur pada siang hari (sementara Rasulullah dan Ummahatul Mu’minin selama Ramadhan begitu aktifnya beramal) dan perbanyak waktu menemui orang-orang yang sholeh.

Jangan biarkan harta kita yang berlebih tersisa hingga melewati bulan Ramadhan. Alangkah indahnya bila Allah memanggil kita ke pangkuan-Nya manakala Ramadhan telah membersihkan kita dari dosa dan kemudian Ramadhan menghadiahi kita teman-teman alam barzarkh berupa amal sholeh dan amal sedekah Ramadhan. Hitunglah kembali kekurangan zakat yang belum kita penuhi, sempurnakan ia dengan infaq, hiasi dengan shodaqoh dan bahagiakan Ramadhan dengan memberi makan orang yang berpuasa. Sebuah hadits meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda :
“Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadhan dan ia mengajak orang lain untuk berbuka dengan makanan yang halal, maka Allah SWT pada malam itu akan mengirim rahmat-Nya melalui para malaikat-Nya, dan pada malam Lailatul Qadar, Jibril a.s. akan berjabat tangan dengannya. Dan barang siapa berjabat tangan dengan Jibril a.s., hatinya akan menjadi lembut dan matanya akan mudah menangis”.

Alangkah sayangnya bila bulan yang setiap detiknya sangat berarti ini terlewatkan sia-sia oleh kesibukan dunia yang berlebihan, kesibukan berlebihan dalam mempersiapkan makanan buka puasa dan acara lebaran, atau kesibukan memperbagus rumah. Alangkah sedihnya sang Ramadhan, bila ia diisi dengan menghabiskan waktu di depan TV secara sia-sia, bercengkerama tanpa tujuan, atau menunggu waktu buka dengan berjalan-jalan ke pertokoan. Para salafus sholihin pada jaman dahulu selalu bekerja keras selama 11 bulan, dan menabung uang agar bisa waktunya 100 % bisa untuk ibadah di bulan Ramadhan. Kini kita lebih banyak menggunakan waktu cuti kita untuk berwisata bersama keluarga di bulan lain, kini mulailah belajar menjadikan Ramadhan sebagai wisata hati bagi seluruh keluarga kita yang hadiahnya syurga.

Sungguh niscaya bila kita mengotori Ramadhan ini dengan melakukan perbuatan yang diharamkan, karena itu jauhilah pintu-pintu dosa, jauhilah kemungkinan-kemungkinan dimana godaan dunia dan syeitan berkumpul. Jauhilah pusat keramaian dimana dosa diobral murah, hindarkan berkumpul dengan orang-orang yang melakukan pekerjaan sia-sia atau berbicara sia-sia, jauhi pandangan mata dari hal yang diharamkan bahkan yang dimakruhkan, tutup telinga dari namimah, ghibah dan kemungkaran, kunci mulut dari kata-kata yang menyakiti dan yang sia-sia.
Rasulullah SAW juga bersabda : “Barangsiapa yang selama berpuasa tidak juga meninggalkan kata-kata bohong, bahkan mempraktekkannya, maka ia tidak memperoleh pahala puasa kecuali lapar dan haus”

Bulan Penuh Rahmat, Bulan Penuh Pengampunan, Bulan Yang Akan Menjauhkan Kita Dari Api Neraka


Dalam Ramadhan ini kita bertekad akan menyelami rahasia kehidupan, dari mana, di mana dan hendak kemana kita ? Sehingga kita akan menghayati bahwa dunia ini adalah tempat berusaha untuk mematuhi perintah Allah dan akhirat adalah untuk menerima
balasan dariNya.

Pada bulan Ramadhan ini, kita akan berusaha untuk mendapatkan rahmat dan ampunan Allah, karena sesungguhnya kecelakaanlah bagi orang-orang yang tidak mendapatkan rahmat Allah pada bulan yang penuh dengan rahmat ini.
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, niscaya Allah mengampuni dosanya yang telah lalu” (HR. Ash Habus Sunan).
“Tiadalah berpuasa seorang hamba pada suatu hari di jalan Allah, melainkan Allah menjauhkan neraka dari mukanya selama 70 tahun karena puasa hari itu” (HR. Al-Jamaah dari Abu Sa’id)
“Demi Tuhan yang jiwaku berada genggaman-Nya, sesungguhnya bau busuk mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah SWT dari pada wangi kasturi. Dan bagi orang yang berpuasa tersedia 2 kegembiraan, yaitu gembira ketika berbuka puasa dan gembira ketika kelak menerima pahala puasanya di akhirat” (HR Syaikhoni, Nasa’I, Ibnu Majjah dan Ibnu Hibban).

Selamat datang Wahai Ramadhan, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah, bulan yang menghapuskan dosa dan mengabulkan doa bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh beribadah di dalamnya.

Ya Ilahi, Engkaulah tujuan kami dan KeridhoanMulah dambaan kami.

(Sumber : Ceramah Ustadzah Dra Herlini Amran. MA, 2005-08-11; buku Amaliah Ramadhan, Dr. Miftah Faridl; buku Fadhilah Ramadhan, Maulana Muhammad Zakariyya Rah.A.; dan sumber NN)

Read More »»

Pahala Tetap Mengalir Ketika Sedang Sakit Sekalipun

.
0 komentar

Suatu hari Nabi Saw menengadahkan kepalanya kelangit dan setelah itu beliau tertawa. Salah seorang sahabat menanyakan alasan beliau tertawa. Nabi Saw menjawab :

“Tawaku adalah karena keherananku. Dua malaikat turun dari langit untuk mencatat amal perbuatan seorang mukmin. Mereka selalu melihatnya berada diatas sajadah- nya dalam beribadah. Tapi kali ini mereka tidak melihatnya disana. Ia sedang tidur dirundung penyakit. Mereka pun naik kelangit dan berkata kepada Allah, “ Ya Allah! Kami tidak menemukan hamba-Mu berada ditempat biasanya, ditempat beribadah. Kami melihat ia sedang tidur dalam keadaan sakit.” Allah kemudian berkata kepada mereka, ”Sampai ia memperoleh kesehatan, catatalah semua amal ibadah dan amal baiknya yang ia lakukan ketika sehat. Selama ia sakit, Kami akan memberinya pahala seluruh amal baiknya ketika sehat.”

Sumber : Sayyid Ali Akber Sadaqa

Read More »»

Mengapa Harus Sholat Shubuh ?

.
0 komentar

Dirikanlah shalat di waktu tergelincir matahari sampai gelap malam, dan dirikanlah shalat Subuh, sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan. (Qs. Al-Israa’ :78)
Ahad lalu saya shalat ‘Ashar berjamaah di mushalla pribadi pak Syamsi. Ikut serta diantaranya Iwan, anak remaja pak Syamsi, dan Adi sahabat Iwan, juga Luthfie dan pak Mustopha tetangga terdekat keluarga pak Syamsi. Mushalla pribadi milik pak Syamsi adalah sebuah bangunan semi permanen yang didominasi warna ungu, terletak terpisah dari bangunan utama, dan merupakan bangunan yang berada paling depan. Dengan menempatkan mushalla di bagian depan, pak Syamsi bermaksud mengingatkan siapa saja yang memasuki pekarangan rumahnya untuk menunaikan kewajiban shalat lima waktu. Mengapa warna ungu yang dipilih, bukan hijau atau putih ? Pak Syamsi menjelaskan, pada dasarnya semua warna adalah ciptaan Allah, dan setiap ciptaan Allah adalah indah. Tidak ada warna hitam khusus untuk kematian, tidak ada warna pink khusus untuk valentine.
Warna ungu bukan pilihan yang disengaja tetapi memang hanya warna itulah yang disumbangkan tetangga sebelah. Dengan alasan, antara lain untuk memberikan efek eye catching, sehingga siapa saja yang melintas di sekitar itu akan memalingkan mukanya dan mengarahkan sorot matanya kepada bangunan bernuansa ungu tadi. Memang bangunan sederhana itu begitu menonjol dibanding bangunan utama yang putih bersih. Dinding mushalla boleh berbeda warna, namun Islam tetap satu tidak warna-warni. Sarung, kopiah dan baju koko boleh berbeda warna, namun aqidah tetap satu. Islam sejak Nabi Adam as hingga Nabi Muhammad saw adalah petunjuk yang satu karena bersumber dari Allahu Ahad.

Seusai shalat ‘Ashar, setelah puji dan doa kepada Allah ditunaikan, Adi bertanya kepada pak Syamsi, ‘Paman, mengapa kita diwajibkan shalat pada pagi hari sekali (Subuh), bukankah Allah terbebas dari dimensi waktu dan ruang…?’
Menurut Adi, kewajiban shalat pagi hari sekali (Subuh) itu sangat memberatkan dan tidak realistis, mengingat Allah yang kita sembah tidak dipengaruhi oleh dimensi waktu, oleh karenanya kapanpun kita shalat bagi Allah sama saja. Kesan seperti itu memang khas Adi. Ia adalah mahasiswa baru di sebuah Universitas negeri. Adi saat ini sedang sibuk-sibuknya menulis beberapa paper yang ditugaskan dosen-dosennya. Sehingga, ia harus tidur larut dan seringkali sulit bangun ketika adzan Subuh memanggil. Untungnya Adi punya ibu yang shalehah, yang setiap hari siap menyentakkan tidurnya dan mengingatkan Adi untuk shalat Subuh sejenak, kemudian melanjutkan tidur secukupnya, sehingga Adi punya cukup tenaga untuk melanjutkan menulis paper dan menyimak perkuliahan.
Shalat merupakan kewajiban yang ditentukan Allah (Qs. 2:43). Dan shalat itu merupakan kewajiban yang ditentukan waktunya (Qs. 4:103). Bahkan Al-Qur’an menegaskan bahwa seluruh makhluk ciptaan Allah bertasbih, shalat, dan berdoa menurut cara masing-masing (Qs. 24:41). Kilat yang menyambar-nyambar dan menghasilkan listrik, angin yang berhembus dan menyebabkan terjadinya proses pembuahan pada tetumbuhan, matahari yang berputar dan bersinar sehingga terjadi proses fotosintesis, itu adalah cara mereka bertasbih, berdoa, shalat, ruku’ kepada Allah Sang Maha Pencipta. Allah menetapkan ketentuan-Nya kepada makhluk-makhluk itu dengan ketetapan yang paten, pasti, sebuah default tanpa option, sebuah keniscayaan tanpa alternatif. Berbeda dengan itu, Allah memberikan kepada manusia free will. Manusia bisa saja tidak memenuhi kewajiban shalat, dengan risiko digolongkan kafir dan dijadikan penghuni neraka jahannam. Itulah ‘kelebihan’ manusia.

Manusia bisa saja merumuskan hukum baru bagi shalat, sebagaimana disesatkan oleh aliran Isa Bugis, yang menyatakan shalat belum wajib karena saat ini umat Islam masih berada pada periode Mekkah. Apabila seseorang melakukan shalat pada periode ini, maka ia seperti shalat di tempat sampah. Seorang publik figure yang tokoh sebuah LSM (maaf tidak kami sebut namanya), tanpa rasa malu dan tanpa beban pernah menyatakan pada sebuah televisi swasta, bahwa ia yang dulu rajin menjalankan shalat dan membaca al-Qur’an, kini tidak lagi mempraktekkan ritual shalat yang dianggapnya konvensional. Baginya, amalan sosial adalah praktek shalat yang sesungguhnya. Ada kemiripan dengan kesesatan yang di ajarkan Isa Bugis di atas.
Mungkin tokoh LSM tersebut banyak mendapat contoh negatif dari lingkungan terdekatnya. Boleh jadi ia sering bergaul dengan orang munafiq yang shalatnya bukan karena Allah, sehingga tak membekas dalam praktek sosial yang riel. Boleh jadi dia telah terburu-buru menyimpulkan dan menggeneralisir keberadaan sebuah noktah pada sebah komunitas sebagai bagian utuh yang menyeluruh dari sebuah masyarakat Islam yang luas. Padahal, alangkah bijaksananya bila dia meluangkan sedikit waktu untuk eksplorasi, sehingga memperoleh gambaran riel tentang keberadaan sekelompok orang dalam sebuah komunitas yang selain benar shalatnya juga benar amalan shalihnya.

Kepada Adi Pak Syamsi menjelaskan, bahwa waktu-waktu shalat termasuk shalat Subuh merupakan ketetapan Allah, sebagaimana bisa dirujuk kepada Al-Qur’an surat 17:78 “Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula salat) subuh. Sesungguhnya salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” Dan Rasulullah hanya menjalankan ketentuan tersebut. Hikmah shalat antara lain melatih kedispilinan dalam soal waktu. “Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (Qs. 11:114). Sekitar satu jam dua puluh menit sebelum matahari merekah/terbit, itulah yang dinamakan Subuh. Ketika itu, malaikat malam dan malaikat siang berkumpul untuk shalat bersama sebelum berganti tugas. Mengapa sepagi itu kita diwajibkan shalat ? Kepada Adi Pak Syamsi menjelaskan. Bahwa manusia memang makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna. Namun kesempurnaan itu tergolong relatif, dalam arti tak bebas dari kekurangan bila dibandingkan dengan makhluk lain.
Misalnya, bila dibandingkan dengan ayam, manusia yang sempurna tadi ternyata masih belum mampu menandingi kedisiplinan ayam, yang secara teratur bangun pagi di waktu fajar, yaitu sekitar 10 menit sebelum masuk waktu Subuh atau sekitar satu setengah jam sebelum matahari terbit. Kepada Adi dan Iwan Pak Syamsi menjelaskan, ‘kewajiban shalat Subuh yang ditentukan Allah barangkali untuk memberikan pelajaran kepada kita, bahwa sebagai ciptaan Allah yang paling sempurna, tidak ada alasan bagi kita untuk bersikap sombong, karena sebagian besar dari kita tidak lebih taqwa dari ayam.’

Ciri khas orang yang berzikir antara lain : bicaranya dakwah, diamnya zikir, nafasnya tasbih, matanya rahmat dan pikirannya husnudzhan (baik sangka). Selain itu, tanda yang lain yaitu : hatinya do’a , tangannya sedekah, kakinya jihad, kekuatannya silaturrahim, kerinduannya syari’at Allah dan kesibukannya asyik memperbaiki diri (introspeksi) .

(KH.Arifin Ilham)

Read More »»

Rahasia Sholat 5 Waktu

.
0 komentar

Ali bin Abi Talib r.a. berkata, "Sewaktu Rasullullah SAW duduk bersama para sahabat Muhajirin dan Ansar, maka dengan tiba-tiba datanglah satu rombongan orang-orang Yahudi lalu berkata, 'Ya Muhammad, kami hendak bertanya kepada kamu kalimat-kalimat yang telah diberikan oleh Allah kepada Nabi Musa A.S. yang tidak diberikan kecuali kepada para Nabi utusan Allah atau malaikat muqarrab.'

Lalu Rasullullah SAW bersabda, 'Silahkan bertanya.'

Berkata orang Yahudi, 'Coba terangkan kepada kami tentang 5 waktu yang diwajibkan oleh Allah ke atas umatmu.'

Sabda Rasullullah saw, 'Shalat Zuhur jika tergelincir matahari, maka bertasbihlah segala sesuatu kepada Tuhannya. Shalat Asar itu ialah saat ketika Nabi Adam a.s. memakan buah khuldi. Shalat Maghrib itu adalah saat Allah menerima taubat Nabi Adam a.s. Maka setiap mukmin yang bershalat Maghrib dengan ikhlas dan kemudian dia berdoa meminta sesuatu pada Allah maka pasti Allah akan mengkabulkan permintaannya. Shalat Isyak itu ialah shalat yang dikerjakan oleh para Rasul sebelumku. Shalat Subuh adalah sebelum terbit matahari. Ini kerana apabila matahari terbit, terbitnya di antara dua tanduk syaitan dan di situ sujudnya setiap orang kafir.'

Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan dari Rasullullah saw, lalu mereka berkata, 'Memang benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakanlah kepada kami apakah pahala yang akan diperoleh oleh orang yang shalat.'

Rasullullah SAW bersabda, 'Jagalah waktu-waktu shalat terutama shalat yang pertengahan. Shalat Zuhur, pada saat itu nyalanya neraka Jahanam. Orang-orang mukmin yang mengerjakan shalat pada ketika itu akan diharamkan ke atasnya uap api neraka Jahanam pada hari Kiamat.'

Sabda Rasullullah saw lagi, 'Manakala shalat Asar, adalah saat di mana Nabi Adam a.s. memakan buah khuldi. Orang-orang mukmin yang mengerjakan shalat Asar akan diampunkan dosanya seperti bayi yang baru lahir.'

Selepas itu Rasullullah saw membaca ayat yang bermaksud, 'Jagalah waktu-waktu shalat terutama sekali shalat yang pertengahan. Shalat Maghrib itu adalah saat di mana taubat Nabi Adam a.s. diterima. Seorang mukmin yang ikhlas mengerjakan shalat Maghrib kemudian meminta sesuatu daripada Allah, maka Allah akan perkenankan.'

Sabda Rasullullah saw, 'Shalat Isya’ (atamah). Katakan kubur itu adalah sangat gelap dan begitu juga pada hari Kiamat, maka seorang mukmin yang berjalan dalam malam yang gelap untuk pergi menunaikan shalat Isyak berjamaah, Allah S.W.T haramkan dirinya daripada terkena nyala api neraka dan diberikan kepadanya cahaya untuk menyeberangi Titian Sirath.'

Sabda Rasullullah saw seterusnya, 'Shalat Subuh pula, seseorang mukmin yang mengerjakan shalat Subuh selama 40 hari secara berjamaah, diberikan kepadanya oleh Allah S.W.T dua kebebasan yaitu:
1. Dibebaskan daripada api neraka.
2. Dibebaskan dari nifaq.

Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan daripada Rasullullah saw, maka mereka berkata, 'Memang benarlah apa yang kamu katakan itu wahai Muhammad (saw). Kini katakan pula kepada kami semua, kenapakah Allah S.W.T mewajibkan puasa 30 hari ke atas umatmu?'

Sabda Rasullullah saw, 'Ketika Nabi Adam memakan buah pohon khuldi yang dilarang, lalu makanan itu tersangkut dalam perut Nabi Adam a.s. selama 30 hari. Kemudian Allah S.W.T mewajibkan ke atas keturunan Adam a.s. berlapar selama 30 hari.

Sementara diizin makan di waktu malam itu adalah sebagai kurnia Allah S.W.T kepada makhluk-Nya.'

Kata orang Yahudi lagi, 'Wahai Muhammad, memang benarlah apa yang kamu katakan itu. Kini terangkan kepada kami mengenai ganjaran pahala yang diperolehi daripada berpuasa itu.'

Sabda Rasullullah saw, 'Seorang hamba yang berpuasa dalam bulan Ramadhan dengan ikhlas kepada Allah S.W.T, dia akan diberikan oleh Allah S.W.T 7 perkara:


1. Akan dicairkan daging haram yang tumbuh dari badannya (daging yang tumbuh daripada makanan yang haram).
2. Rahmat Allah sentiasa dekat dengannya.
3. Diberi oleh Allah sebaik-baik amal.
4. Dijauhkan daripada merasa lapar dan dahaga.
5. Diringankan baginya siksa kubur (siksa yang amat mengerikan).
6. Diberikan cahaya oleh Allah S.W.T pada hari Kiamat untuk menyeberang Titian Sirath.
7. Allah S.W.T akan memberinya kemudian di syurga.'

Kata orang Yahudi, 'Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakan kepada kami kelebihanmu di antara semua para nabi.'

Sabda Rasullullah saw, 'Seorang nabi menggunakan doa mustajabnya untuk membinasakan umatnya, tetapi saya tetap menyimpankan doa saya (untuk saya gunakan memberi syafaat kepada umat saya di hari kiamat).'

Kata orang Yahudi, 'Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Kini kami mengakui dengan ucapan Asyhadu Alla illaha illallah, wa annaka Rasulullah (kami percaya bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan engkau utusan Allah).'

Sedikit peringatan untuk kita semua: "Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berilah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." (Surah Al-Baqarah: ayat 155)

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya." (Surah Al-Baqarah: ayat 286)

(Sumber : Edi S. Kurniawan, Muhammad Haryadi, e-mail : Riyadi_albatawy@yahoo.co.id)

Read More »»

Gugurnya Dosa Bersama Tetesan Air Wudhu

.
0 komentar

"Abu Nadjih (Amru) bin Abasah Assulamy r.a berkata : Pada masa Jahiliyah, saya merasa bahwa semua manusia dalam kesesatan, karena mereka menyembah berhala. Kemudian saya mendengar berita ; Ada seorang di Mekkah memberi ajaran-ajaran yang baik. Maka saya pergi ke Mekkah, di sana saya dapatkan Rasulullah SAW masih sembunyi-sembunyi, dan kaumnya sangat congkak dan menentang padanya.

Maka saya berdaya-upaya hingga dapat menemuinya, dan bertanya kepadanya : "Siapakah kau ini ?

Jawabnya : Saya Nabi.

Saya tanya : Apakah nabi itu ?
Jawabnya : Allah mengutus saya.

Diutus dengan apakah ?

Jawabnya : Allah mengutus saya supaya menghubungi famili dan menghancurkan berhala, dan meng-Esa-kan Tuhan dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.

Saya bertanya : Siapakah yang telah mengikuti engkau atas ajaran itu ?
Jawabnya : Seorang merdeka dan seorang hamba sahaya ( Abubakar dan Bilal ).

Saya berkata : Saya akan mengikuti kau. Jawabnya : Tidak dapat kalau sekarang, tidakkah kau perhatikan keadaan orang-orang yang menentang kepadaku, tetapi pulanglah kembali ke kampung, kemudian jika telah mendengar berita kemenanganku, maka datanglah kepadaku. Maka segera saya pulang kembali ke kampung, hingga hijrah Rasulullah SAW ke Madinah, dan saya ketika itu masih terus mencari berita, hingga bertemu beberapa orang dari familiku yang baru kembali dari Madinah, maka saya bertanya : Bagaimana kabar orang yang baru datang ke kota Madinah itu ? Jawab mereka : Orang-orang pada menyambutnya dengan baik, meskipun ia akan dibunuh oleh kaumnya, tetapi tidak dapat. Maka berangkatlah saya ke Madinah dan bertemu pada Rasulullah S.A.W. Saya berkata : Ya Rasulullah apakah kau masih ingat pada saya ?

Jawabnya : Ya, kau yang telah menemui saya di Mekkah. Lalu saya berkata : Ya Rasulullah beritahukan kepada saya apa yang telah diajarkan Allah kepadamu dan belum saya ketahui. Beritahukan kepada saya tentang shalat ? Jawab Nabi : Shalatlah waktu Shubuh, kemudian hentikan shalat hingga matahari naik tinggi sekadar tombak, karena pada waktu terbit matahari itu seolah-olah terbit di antara dua tanduk syaitan, dan ketika itu orang-orang kafir menyembah sujud kepadanya.

Kemudian setelah itu kau boleh shalat sekuat tenagamu dari sunnat, karena shalat itu selalu disaksikan dan dihadiri Malaikat, hingga matahari tegak di tengah-tengah, maka di situ hentikan shalat karena pada saat itu dinyalakan Jahannam, maka bila telah telingsir dan mulai ada bayangan, shalatlah, karena shalat itu selalu disaksikan dan dihadiri Malaikat, hingga shalat Asar. Kemudian hentikan shalat hingga terbenam matahari, karena ketika akan terbenam matahari itu seolah-olah terbenam di antara dua tanduk syaithan dan pada saat itu bersujudlah orang-orang kafir.

Saya bertanya : Ya Nabiyullah : Ceriterakan kepada saya tentang wudlu' ! Bersabda Nabi : Tiada seorang yang berwudlu' lalu berkumur dan menghirup air, kemudian mengeluarkannya dari hidungnya melainkan keluar semua dosa-dosa dari mulut dan hidung. Kemudian jika ia membasuh mukanya menurut apa yang diperintahkan Allah, jatuhlah dosa-dosa mukanya dari ujung jenggotnya bersama tetesan air. Kemudian bila membasuh kedua tangan sampai kedua siku, jatuhlah dosa-dosa dari ujung jari-jarinya bersama tetesan air. Kemudian mengusap kepala maka jatuh semua dosa dari ujung rambut bersama tetesan air, kemudian membasuh dua kaki ke mata kaki, maka jatuhlah semua dosa kakinya dari ujung jari bersama tetesan air. Maka bila ia shalat sambil memuja dan memuji Allah menurut lazimnya, dan membersihkan hati dari segala sesuatu selain Allah, maka keluar dari semua dosanya bagaikan lahir dari perut ibunya " ( HR. Muslim )

(Sumber : Edi S. Kurniawan, Muhammad Haryadi, e-mail : Riyadi_albatawy@yahoo.co.id)

Read More »»

Sudah benarkah Puasa Kita ?

.
0 komentar

Rasulullah SAW bersabda : "Puasa adalah perisai (tabir penghalang dari perbuatan dosa). Maka apabila seseorang dari kamu sedang berpuasa, janganlah ia mengucapkan sesuatu yang keji dan janganlah ia berbuat jahil." (Hadits Riwayat Bukhari - Muslim)

"Lima hal yang dapat membatalkan puasa: berkata dusta, ghibah (menggunjing), memfitnah, sumpah dusta dan memandang dengan syahwat." (Hadits Riwayat Al-Azdiy)

"Barangsiapa yang tidak dapat meninggalkan perkataan kotor dan dusta selama berpuasa, maka Allah S.W.T tidak berhajat kepada puasanya." (Hadits Riwayat Bukhari)

“Orang yang menggunjing dan mendengarkan gunjingan , keduanya bersekutu dalam perbuatan dosa.” (Hadits Riwayat Ath-Thabrani)

"Berapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak didapatkan dari puasanya itu kecuali haus dan lapar." (Hadits Riwayat Turmudzi)

Imam Al-Ghazali berkata : "Berapa banyak orang yang berpuasa, namun ia tidak mendapatkan dari puasanya itu, selain lapar dan haus. Sebab puasa itu bukanlah semata-mata menahan lapar dan haus, akan tetapi adalah menahan hawa nafsu. Boleh jadi orang tersebut berdusta, menggunjing dan memandang dengan syahwat, sehingga yang demikian itu membatalkan hakikat puasa." (Ihya' Ulumiddin)

Para Ulama berkata: "Betapa banyak orang yang berpuasa padahal ia berbuka (tidak berpuasa) dan betapa banyak orang yang berbuka padahal ia berpuasa." Yang dimaksud dengan orang yang berbuka tetapi berpuasa ialah menjaga anggota tubuhnya dari perbuatan dosa sementara ia tetap makan dan minum. Sedangkan yang dimaksud dengan berpuasa tapi berbuka ialah yang melaparkan perutnya sementara ia melepaskan kendali bagi anggota tubuh yang lain." (Ihya' Ulumiddin)

Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya puasa itu adalah amanah, maka hendaknya masing-masing kamu menjaga amanahnya." (Hadits Riwayat Al-Kharaithy)

Sudahkah kita menjaga puasa kita ?


(Sumber : Edi S. Kurniawan, Muhammad Haryadi, e-mail : Riyadi_albatawy@yahoo.co.id)

Read More »»

Rahasia Shalat Dhuha

.
0 komentar

Rahasia Shalat Dhuha
Oleh : Amir Faishol Fath

Allah SWT dalam beberapa ayat bersumpah dengan waktu dhuha. Dalam pembukaan surat Assyams, Allah berfirman, ''Demi matahari dan demi waktu dhuha.'' Bahkan, ada surat khusus di Alquran dengan nama Addhuha.

Pada pembukaannya, Allah berfirman, ''Demi waktu dhuha.'' Imam Arrazi menerangkan bahwa Allah SWT setiap bersumpah dengan sesuatu, itu menunjukkan hal yang agung dan besar manfaatnya. Bila Allah bersumpah dengan waktu dhuha, berarti waktu dhuha adalah waktu yang sangat penting. Benar, waktu dhuha adalah waktu yang sangat penting. Di antara doa Rasulullah SAW: Allahumma baarik ummatii fii bukuurihaa. Artinya, ''Ya Allah berilah keberkahan kepada umatku di waktu pagi.''

Ini menunjukkan bahwa orang-orang yang aktif dan bangun di waktu pagi (waktu subuh dan dhuha) untuk beribadah kepada Allah dan mencari nafkah yang halal, ia akan mendapatkan keberkahan. Sebaliknya, mereka yang terlena dalam mimpi-mimpi dan tidak sempat shalat Subuh pada waktunya, ia tidak kebagian keberkahan itu.

Abu Dzar meriwayatkan sebuah hadis. Rasulullah SAW bersabda, ''Bagi tiap-tiap ruas anggota tubuh kalian hendaklah dikeluarkan sedekah baginya setiap pagi. Satu kali membaca tasbih (subhanallah) adalah sedekah, satu kali membaca tahmid (alhamdulillah) adalah sedekah, satu kali membaca takbir (Allahu Akbar) adalah sedekah, menyuruh berbuat baik adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan, semua itu bisa diganti dengan dua rakaat shalat Dhuha.'' (HR Muslim).

Aisyah menceritakan bahwa Rasulullah SAW selalu melaksanakan shalat Dhuha empat rakaat. Dalam riwayat Ummu Hani', ''Kadang Rasulullah SAW melaksanakan shalat Dhuha sampai delapan rakaat.'' (HR Muslim). Imam Attirmidzi dan Imam Atthabrani meriwayatkan sebuah hadis yang menjelaskan bahwa bila seseorang melaksanakan shalat Subuh berjamaah di masjid, lalu ia berdiam di tempat shalatnya sampai tiba waktu dhuha, kemudian ia melaksanakan shalat Dhuha, ia akan mendapatkan pahala seperti naik haji dan umrah diterima. Para ulama hadis merekomendasikan hadis ini kedudukannya hasan.

Jelaslah bahwa shalat Dhuha sangat penting bagi orang beriman. Penting bukan karena--seperti yang banyak dipersepsikan--shalat Dhuha ada hubungannya dengan mencari rezeki, melainkan ia penting karena sumpah Allah SWT dalam Alquran. Maka, sungguh bahagia orang-orang beriman yang memulai waktu paginya dengan shalat Subuh berjamaah di masjid, lalu dilanjutkan dengan shalat Dhuha.




Hikmah
REPUBLIKA

Read More »»